Saturday, August 10, 2024

Tentang TikTok Sound Library

Tentang TikTok Sound Library


Banyak lagu sampai tren viral berasal dari sini. Serupa Instagram Musik, TikTok Sound Library adalah tempat berbagai musik dan lagu bagus sarat kualitas dikumpulkan dalam satu katalog melalui fitur media sosial. Bedanya bila Instagram Musik melekat pada Instagram dan Facebook, fitur satu ini sudah terdeteksi dari namanya, TikTok.

Tentu masih jelas dalam benak bagaimana Kita Bikin Romantis milik Maliq & D'Essenstials menjadi musik latar paling banyak dijumpai di linimasa dengan berbagai versi postingan dan kreativitas masing-masing user. Belum lama ini, Dari Planet Lain Sal Priadi juga tak kalah terang-terangan merebut perhatian. Sedikit ke belakang, Aku, Kamu dan Samudera dari Band Punk-Rock Rebellion Rose memutus stigma konvensional bahwa band atau musisi yang layak harus melalui jalur major label.

Tidak hanya lagu, pada fitur TikTok Sound Library juga terdapat efek suara yang sedang trending, juga potongan lip-sync milik content creator lain. Melihat hal ini, ada peluang besar musik dan efek suara berpengaruh pada jangkauan audience postingan yang lebih luas.

Cara menggunakannya juga relatif mudah.
  1. Pilih konten foto maupun video yang akan diupload
  2. Klik "Add Sound" pada bagian atas layar
  3. Tampilan akan secara otomatis menuju ke halaman Sound Library
  4. Pada halaman ini ada beberapa pilihan, mulai dari rekomendasi musik dan lagu yang booming, musik-musik favorit yang sudah kita simpan, sekaligus pencarian manual judul dan nama Artist sesuai keinginan
  5. Pilih Sound yang akan dipakai sebagai music background

Dengan semakin berkembangnya era digital, TikTok Sound Library menjadi bagian penting dalam penyebarluasan konten, baik sebagai user, content creator, maupun musisi dan Artist yang menghendaki kontennya mendarat di mata banyak penonton layar smart phone. Perihal durasi juga dapat dipilih menyesuaikan foto atau video yang akan diupload, mulai dari 15 detik, 60 detik, hingga 10 menit.

Semua musik dan lagu yang terdapat pada TikTok Sound Library merupakan hasil dari konten musik yang didistribusikan oleh Music Agregator. Selain menyediakan dan mendistribusikan ke berbagai platforms media sosial, mereka juga mendistribusikan ke platform music streaming terkenal seperti Spotify, Apple Music, YouTube Music, dan lain-lain.

Saturday, August 3, 2024

Kenapa TikTok Penting Untuk Musisi

Kenapa TikTok Penting Untuk Musisi


TikTok secara meyakinkan menjadi salah satu media sosial paling berpengaruh saat ini. Setidaknya hingga April 2024, aplikasi dari perusahaan teknologi ByteDance ini bertengger di posisi 5 besar media sosial paling populer dengan 1,52 miliar pengguna aktif bulanan worldwide, hanya berada di bawah Facebook dengan 3,08 miliar, YouTube 2,5 miliar, Instagram 2 miliar, dan WhatsApp 2 miliar. Namun demikian, TikTok menjadi yang terbanyak global dalam hal rata-rata penggunaan harian, mencapai 95 menit/hari.

Zhang Yiming, pendiri ByteDance merupakan penggila teknologi. Tak heran lewat kejelian dan kecermatannya mengolah ilmu pengetahuan yang digelutinya, terutama AI (Artificial Intellegence), TikTok yang didirikan pada 2017 lalu terus merangsak naik, terlebih setelah pada 2018 ByteDance mengakuisisi aplikasi video ternama asal Eropa: Musical.ly. Pergerakan TikTok begitu kentara apalagi bila dilihat dari rentang usia para user, di USA misalnya, lebih dari setengahnya berada di kisaran 18-34 tahun, hanya 14% saja yang berusia 55 tahun atau di atasnya.

Agaknya para kompetitor perlu memasang 'mata tambahan' pada aplikasi video pendek yang semakin hari semakin digemari para penggunanya ini. Bagaimana tidak, fitur-fitur TikTok tergolong menarik, variatif, up to date, dan menyasar banyak bidang, dari marketplace, afiliator, hingga musik.

Fitur yang akan jadi sasaran kali ini adalah TikTok Sound Library, katalog musik yang berasal dari pendistribusian lagu-lagu milik Artist dan Musisi melalui Music Aggregator. Serupa Instagram Music pada Instagram dan Facebook, TikTok Sound Library merupakan salah satu 'nyawa' dari platform berbasis video pendek ini. Banyak tren yang kemudian viral bersinggungan langsung dengan fitur ini, sebut saja dancing, lip-sync, meme, hingga parodi.

Dampak sosiologis yang tak kalah menggemparkan tak lain bagaimana TikTok Sound Library memperlebar sekaligus memusatkan pandangan hingga perilaku audience dengan kemampuan 'lintas-wilayah'. Masih jelas dalam ingatan, pemilihan presiden menggunakan platform ini sebagai media kampanye lewat lagu fenomenalnya Oke Gas. Meskipun demikian, tentu saja presiden yang kemudian terpilih tidak serta merta hanya sebagai akibat dari lagu.

Berbeda dengan Instagram Music, TikTok Sound Library menawarkan durasi yang lebih bervariasi dan lebih panjang, mulai dari 15 detik, 60 detik, hingga 10 menit. Fitur yang mudah digunakan dengan hanya klik 'Add Sound' pada bagian atas layar ketika user mengupload konten.

Bila bumi yang berisi percakapan mengesankan dengan pasangan, kalau memang ada, merupakan pusat tata surya, Zhang Yiming lewat ByteDance dan Tiktok barangkali setidak-tidaknya telah menyulap TikTok Sound Library sebagai pusat pandangan dan perilaku manusia di era digital.




Friday, July 26, 2024

Mengenal Instagram Music dan Facebook Music

Mengenal Instagram Music dan Facebook Music


Setelah penantian cukup panjang sejak diluncurkan kali pertama pada 2018, Instagram Music atau Facebook Music akhirnya secara resmi tersedia di Indonesia pada pertengahan 2021. Sebelumnya, menurut pihak Instagram, alasan masih terbatasnya fitur Instagram Music di beberapa negara, termasuk Indonesia, karena permasalahan lisensi. Pihak Instagram ingin memastikan perilisan di berbagai negara secara legal.

Sedikit menengok ke belakang, linimasa menyambut gembira hadirnya Instagram Music atau Facebook Music, fitur yang memungkinkan pengguna menambahkan musik lewat sticker dengan cara 'add music' pada stories sebagai music backround yang dapat menambah estetika stories. Setidaknya, pengguna Instagram dan Facebook tidak perlu lagi melakukan editing penambahan musik sebelum upload, melainkan dapat langsung menambahkannya ketika uploading.

Selain stories, fitur ini juga dapat digunakan pada reels dan feed melalui audio library yang dapat ditambahkan saat proses upload, termasuk menentukan detik dimulainya potongan musik yang digunakan. Sampai ketika artikel ini diterbitkan, Instagram Music memiliki durasi yang berbeda, misalnya di stories 15 detik, feed 30 detik, reels menjadi yang paling lama hingga 90 detik.

Musik yang tersedia di audio library Instagram dan Facebook dapat dengan mudah digunakan dengan cara rilis digital melalui Music Aggregator. Perpaduan ekosistem yang cukup menawan; musisi dapat mengupload musiknya agar tersedia di media sosial—yang masih jadi top 5 platform dengan user terbanyak—ini, kemudian pengguna atau content creator dapat menggunakan musik milik musisi favoritnya untuk mendukung estetika konten, kebutuhan impresi promosi dan marketing produk, atau hanya sekadar meluapkan perasaaan melalui lagu yang sedang paling menghiasi harinya.


Tuesday, July 16, 2024

Apa itu YouTube Content ID?

Apa itu YouTube Content ID?

YouTube Content ID merupakan sistem auto-identifier dari Google berbasis fingerprint digital untuk memudahkan pengelolaan copyright konten di YouTube. Videos yang diupload di YouTube dan terdaftar Content ID-nya otomatis akan mendeteksi video dan audio sebagai referensi pemilik copyright konten.

Semua videos yang diupload di YouTube akan otomatis terklaim copyright berdasarkan kecocokan referensi—dalam hal ini master rekaman. Content ID bertujuan melindungi pemilik copyright dari kegiatan re-upload yang mengandung master rekaman miliknya.

Selain men-scan semua videos, Content Id juga memonetisasi videos terklaim lewat iklan yang muncul untuk dikoleksikan penghasilannya sebagai hak pemilik copyright, atau dapat kita sebut dengan fitur Claim & Monetize.

Thursday, June 27, 2024

Under Maintenance

Under Maintenance

9lives dimulai tahun 2021, kini per tanggal 27 June 2024 kini sedang dalam peningkatan sistem. Under maintenance ini diterapkan hanya pada official website, sedang layanan distribusi musik dan rights management tetap berjalan normal.